Label

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

MY DEARY (Love, Friendship & Family)


Story I
(Kesedihan Masa Kecilku)

Ketenangan, kehangatan, dan keceriaan. Itu semua diibaratkan langit biru yang cerah. Arti yang ku tafsirkan sendiri. Dan itulah yang menjadi salah satu prinsip hidupku. Dalam hidup ini, aku ingin menjadi orang yang selalu tenang dan memberikan ketenangan pada orang lain, aku ingin menjadi orang yang hangat dan juga menjadi orang yang selalu ceria.

Aku hanyalah manusia biasa yang tak lepas dari segala masalah dan kesulitan. Tapi aku ingin menjadi diriku yang kuat dalam segala hal apapun yang menghadang.
Aku sekarang sudah menginjak umur 22 tahun. Tepat pada tanggal 4 Agustus beberapa hari yang lalu adalah ulang tahunku. Pertambahan usiaku kali ini jauh berbeda dari ulang tahunku sebelum-sebelumnya. Karena aku ga’ kesepian di hari ulang tahunku.
Tanpa ku sadari sebentar lagi aku akan lulus kuliah dan mendapt gelar S1 sebagai Guru SD. Hanya tinggal mengikuti ujian PNS untuk menjadi pegawai negeri. Begitu banyak yang aku alami dan rasakan sebelum semua itu aku dapatkan.

Ini adalah cerita hidupku. Ceritaku tentang cinta, persahabatan dan keluarga, serta awal dari aku mengenal itu semua.
Aku terlahir sebagai anak pertama dari 4 bersaudara. Dan aku satu-satunya anak perempuan. Dan orang tuaku memberiku nama yang dulu sangat aku benci tapi sekarang sangat kusukai yaitu Rezky Harisa Putri.

Orang tuaku berprofesi sebagai guru. Ayahku bernama Zainal Haris seorang guru Matematika di SMA N 4 Banjar Baru, bekas sekolahku dulu.

Sedangkan Mamaku bernama Siti Aisah Mamaku seorang kepala sekolah juga guru Matematika di SDN Lawahan yang berada di kecamatan yang sama denganku.

Kegita saudara laki-lakiku, dari yang di bawahku sekarang kuliah di kampus dan jurusan yang sama denganku, dia menjadi juniorku, sekarang dia memasuki semester 3 dan namanya adalah Ahmad Zaidani biasanya aku sering memanggilnya “Dani”.

Kemudian adik keduaku bernama Muhammad Reza jaya Saputra atau “Ija”, sekarang dia duduk di kelas 2 SMA, di SMA yang sama denganku dan tempat ayahku mengajar.

Dan adikku yang paling kecil sekarang duduk di kelas 6 SD di SD yang sama tempat mamaku mengajar, adikku ini bernama Muhammad Murjani Adi Perkasa dan biasanya dipanggil “Adi”. Merekalah keluargaku dan harta berharga yang aku miliki.

Setelah begitu banyak yang terjadi, aku bersyukur karena keluarga ini tetap utuh sampai saat ini dan bisa melalui badai-badai yang pernah menggoyahkan. Ceritta kelam di masa kecilku.
Aku akan bercerita sedikit tentang masa kecilku sebelum aku bercerita yang lebih jauh.
Ketika aku masih kecil dan masih duduk di kursi Sekolah Dasar. Kehidupan yang aku jalani begitu berat untuk anak seusiaku. Kalau saja menatalku tidak kuat, mungkin aku sudah menjadi anak yang frustasi. Sebenarnya bukan mungkin lagi, tapi aku hampir frustasi. Setiap pelajaran di sekolahh berakhir, langkahku begitu berat untuk pulang ke rumah. Aku berusaha untuk tidak berada di rumah dengan cara bermain maiin sepeda atau bermain bersama teman-temanku. Tapi tetap saja, walaupun begitu pikiranku ga’ bisa tenang dan selalu tertuju ke rumah. Aku khawatir dengan keadaan rumah. Tepatnya aku takut ketika aku pulang ada perubahan yang aku temukan. Atau menghilangnya salah satu dari kedua orang tuaku.
Air mata. Aku tidak terbiasa menunjukkan air mataku di depan teman-temanku, karena aku takut ketika aku menangis di depan mereka, aku tidak akan bisa berhenti. Dan aku takut ketika kalimat “kenapa kamu menangis?” atau “ada apa sebenarnya?” keluar dari mulut teman-temanku. Aku selaluu berusaha menutupi keadaan yang terjadi di rumahku tepatnya orang tuaku. Karena itu aku selalu menangis di sudut kamarku ketika malam tiba. Hampir setiap malam aku menangis tanpa diketahui siapapun juga orang tuaku.
Aku melampiaskan sakit hatiku dengan bersikap pemberontak dan tidak penurut pada kedua orang tuaku. Keadaan memaksaku berpikir seperti orang dewassa. Anak seusiaku waktu itu seharusnya bahagia bermain dan menikmati masa kecil tanpa ada beban di kepala. Tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan hal seperti itu.
Ketika aku dewasa sekarang, yang teringat hanya kenangan menyedihkan masa kecilku. Aku sama sekali tidak ingat kenangan-kenangan bahagia di masa kecilku, hanya fhoto-fhoto yang menjadi bukti bahwa di masa kecilku, aku juga pernah merasakan hal yang sama seperti anak seusiaku waktu itu, walaupun tidak ada yang aku ingat.

Setiap kali mengingat dan bercerita tentang masa kecilku, tanpa bisa aku tahan, air mataku keluar dan membasahi kedua mataku. Sedih memang, tapi itu tetap menjadi bagian dari hidupku. Ketika dimana aku sempat ditempatkan dikeadaan, yang mana aku harus memilih untuk ikut siapa diantara Ayah dan Mamaku, lalu merasakan bagaimana seorang anak kecil menghadapi penangih hutang yang mencari ayahnya sambil menahan air mata, lalu ada disaat aku tidur semalam di depan kamar Mama, agar Mama tidak pergi, aku menangis seharian sampai akhirnya tertidur.

Aku tidak akan sanggup untuk meneruskan bercerita tentang masa kecilku, karena air mataku tidak akan berhenti mengalir jika aku meneruskannya. Aku seperti orang yang menyesal di lahirkan sebagai anak perempuan dikeluarga ini. Tapi jika aku berkata dengan jujur, sedikitpun aku tidak menyesal terlahir sebagai Rezky. Kesedihan yang mendalam yang aku rasakan ketika aku masih kecil memang tidak bisa dirubah, tapi itu menjadi bagian berharga sebagai pembelajaranku dalam hidup. Aku menjadi lebih kuat dalam mengahapi apapun.

Meski kehidupan sedihku masih terus berlanjut, tapi aku yang beberapa tahun kemudian masuk SMP, menjadi lebih bisa untuk tenang dan mencari kebahagiaanku yang tidak bisa aku dapatkan di rumah.
Aku belajar dengan tekun, terutama dibidang yang paling aku sukai yaitu Matematika dan Fisika. Itulah yang menjadikan nilai-nilaiku cukup baik dan aku sempat mendapat peringkat 1 dan 2 berturut-turut, bahkan guru-guru kedua mata pelajaran tersebut terlihat menyukaiku dan sering memintaku maju ke depan untuk menjawab soal di papan tulis. Itu terus berlanjut sampai aku naik kelas 2. Selain itu aku juga mengikuti beberapa kegiatan ektrakurikuler di sekolah seperti Pramuka dan PMR untuk mengisi waktuku dan mengurangi waktuku di rumah.
Sifatku yang suka bercanda dan berkelahi dengan anak cowok sejak SD masih terbawa-bawaku ketika aku SMP, walaupun ga’ separah waktu SD. Karena aku juga termasuk karakter pendiam dan teman-temanku lebih banyak anak perempuan. Tapi kalau masalah gaya berpakaian, kayaknya aku yang di masa SMP awal masih sama seperti waktu SD. Suka banget memakai topi, tapinya topi sekolah dengan rambut kadang-kadang di gulung dan kadang-kadang seperti buntut ayam. Lalu pakaian dan rok yang cukup mempas di badanku karena lebih membuatku nyaman dan terasa kalau ada pakaian di badanku. Selain itu aku suka banget memakai rok tidak sampai pinggal tapi juga tidak sepinggul. Panjang rokku pun agak sedikit di atas lutut. Dan julukan tomboy masih melekat sama aku sampai aku SMP.
gambaranku yang dulu

dan yang sekarang

Cerita ini membuatku ingin tertawa bila mengingatnya dan memandingkan dengan diriku yang sekarang, mungkin lebih ke perbedaan gaya berpakaian.
Ketika itu aku masih belum mengerti apa itu sahabat juga ikatan persahabatan, tapi aku mulai tahu dan sedikit mengenal itu cinta. Dalam kasus anak seusiaku yang baru lulus SD, kategori ini masih belum masih jangkauan cinta. Tapi aku sempat mengerti dengan apa itu “rasa malu” ketika berdekatan dengan anak laki-laki. Beberapa anak laki-laki pernah sempat menari perhatianku waktu itu, mulai dari teman sekelasku bernama Fuad yang suatu ketika tiba-tiba pindah duduk sebangku denganku. Lalu seorang anak laki-laki bernama Nabil teman dekatnya temanku, saat pesantren Ramadhan tahun pertamaku di SMP, dia mengambil bukuku yang isinya lirik lagu dan bermain-main denganku pada saat aku ingin mengambilnya kembali, padahal dia belum tahu namaku begitu juga aku, setelah itu baru aku tahu namanya dari temanku, dia juga tahu namaku dari temanku, setelah itu dia sering memanggil namaku darri sisi tempat para anak laki-laki duduk tapi aku mengabaikannya. Aku hanya sedikit suka dengan gaya berpakaiannya yang rapi juga terlihat bersinar dengan pakaian koko’.
Selain itu ada anak laki-laki yang sudah menjadi temanku sejak kecil, tepatnya sejak aku pindah ke belakang rumahnya. Dia lebih tua 2 tahun dariku, dia juga kaka’ kelasku di SD dan SMP. Ketika Ayah dan Mamaku pergi, aku sering di titipkan di rumahnya. Namanya Kakak Aris, aku kurang begitu ingat nama lengkapnya. Tapi Kakak Aris selalu menemaniku bermain, selalu mengkhawatirkanku, aku sering bermain iseng dengan pura-pura sakit perut atau terluka, Kakak Aris langsung menghampiriku dan menanyakan “Rezky kenapa?” atau “Mana yang sakit?”. Kadang-kadang aku mengaku kalau aku hanya bercanda tapi sering juga aku tidak pernah mengaku.

Bersama dengan Kakak Aris, kami sering suka surat-suratan padahal rumah kami berbelakangan. Kakak Aris memberikan sisi lain kehidupan yang indah pada masa kecilku. Kakak Aris sering memboncengku naik sepeda, dan pernah dikatain pacaran sama temannya yang melihat. Tapi bagaimanapun juga, saat itu aku masih SD dan terlalu kecil mengerti hal itu. Bagiku Kakak Aris membuat impianku untuk mempunyai seorang Kakak laki-laki terwujud sesaat.

Semuanya lalu berubah, ketika aku mulai SMP. Ketika aku mulai mengerti arti kata “suka”. Tiba-tiba dengan sendirinya aku menghindari Kakak Aris. Aku mulai merasa canggung padanya. Aku mulai melihat sorot lain di matanya ketika dia melihatku. Padahal aku tidak ingin ada yang berubah. Tapi ketakutakan terhadap “luka” membuatku otomatis selalu menghindari hal-hal yang efek di depannya akan membuatku terluka. Karena aku tidak mau membuat kehidupanku yang menyedihkan menjadi semakin menyedihkan.
Sudah cukup luka dan penderitaan yang aku rasakan saat itu. Pertengkaran orang tua di depan mataku, sudah sangat menyakitiku. Dan aku jadi tahu kalau rasa cinta itu tidak cukup untuk memperoleh kebahagiaan, karena cinta juga bisa menjadikan keadaan seperti yang aku alami.
Suatu hari aku sempat masuk Rumah Sakit kerena kelelahan sepulang berkemah di acara PMR. Saat itu aku rasanya ingin sekali mati, rasa sakit yang tidak tertahankan aku rasakan di dalam diriku. Lalu kemudian ketika aku melihat situasi yang aku alami saat itu, rasa sakit yang aku rasakan tidak sebanding dengan rasa bahagia yang aku alami. Bagaimana tidak, kedua orang tuaku jadi saling bahu membahu dan akur untuk merawat dan juga menjagaku. Aku sempat berpikir, tidak apa-apa aku sakit selamanya asalkan aku bisa selalu melihat orang tuaku akur.

Aku di rawat di RS kurang lebih hampir 1 bulan. Banyak yang berkunjung untuk menjengengukku. Aku menikmatinya. Hanya saja yang tidak bisa aku tolerir adalah aku tidak mau makan bubur. Aku paling benci makanan itu sejak kejadian waktu SD. Ketika temanku yang makan bubur bersamaku di sekolah, memuntahkan kembali bubur yang ada di mulutnya ke mangkoknya kemudian memakannya lagi. Aku selalu teringat hal itu bila melihat bubur. Akhirnya akupun tidak mau makan kalau makanannya bubur. Aku yang berada di masa ababil itu, sangatlah keras kepala. Bahkan dokter yang merawatku mengaku kalah padaku dan akhirnya mengizinkanku makan makanan yang bukan bubur.

Aku keluar dari rumah sakit dengan membawa 3 jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan di dalam tubuhku dan hanya bisa di redam. Yaitu Tipes, radang paru-paru dan juga gejala liper (hati). Sepulangnya di rumah, beberapa hari kemudian aku mulai kembali bersekolah. Tapi nilai-nilaiku jadi menurun karena ketidak hadiranku beberapa waktu sebelum itu. Hanya saja sementara tidak ada gemuruh di hatiku dan juga di rumah.
Beberapa minggu kemudian ternyata kesedihan memang tidak bisa lepas dari hidupku saat itu. Aku kembali harus rela berpisah dengan teman-temanku di sekolah, dikarenakan aku harus pindah rumah. Rumah yang kami tempati terpaksa dijual untuk membayar hutang-hutang Ayahku, dan kami pindah ke desa tempat tinggal orang tua Mamaku yaitu Kakek dan Nenek, untuk memulai hidup baru. Saat itu kesedihan mulai melandaku lagi setiap hari. Kehidupan kami benar-benar berubah. Kami terpaksa menumpang di rumah Kakek dan Nenek. Berbagai sindiran terhadap Ayahku, aku dengar keluar dari keluarga Mamaku itu. Tapi anak seusiaku bisa apa, aku kembali menjadi pemberontak yang suka membantah.
Seminggu kemudian, Ayahku mendaftarkanku di sekolah baru yang ada di daerah tempat tinggal kami itu. Jarak yang kami tempuh cukup jauh. Dan ketika aku pertama kali melihat sekolah yang bakal aku masuki. Yang ada di benakku yaitu “OMG”. Dibandingkan dengan sekolahku yang dulu, tentu aja jelas jauh berbeda. Sekolahku yang dulu adalah salah satu sekolah favorit sedangkan sekolah baruku? Memang sesuai dengan letaknya di daerah pedesaan. Apalagi katika itu aku baru tahu kalau sekolah itu baru 2 tahun buka sehingga otomatis aku bakal jadi salah satu lulusan pertama di sekolah itu. Ya..cukup menghibur.
Hari pertama aku mulai sekolah dan belajar, akan menjadi awal cerita panjang yang lebih menarik untuk aku ceritakan dan aku bagi. Inilah awal dimana aku akan mengenal arti dari sahabat, cinta, dan keluarga.

Bersambung....
23 Agustus 2012

Selasa, 19 Juni 2012

Pendidikan IPS SD


HAKIKAT IPS
·         -Sejarah ips
Bidang studi ips yg masuk ke Indonesia adalah brsal dari amerika serikat, yg dinegaranya disebut social studies. IPS di Indonesia merupakan bidang studi baru, karena dikenal sejak diberlakukan kurikulum 1975. Latar belakang dimasukkannya IPS ke dalam kurikulum sekolah karena munculnya masalah-masalah nasional akibat peristiwa G30S/PKI, salah satu masalah tersebut adalah rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.
·        - IPS terpadu adalah pengetahuan yang bersumber dari geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, dan ilmu politik yang mengupas tentang berbagai kenyataan dan gejalan dalam kehidupan sehari-hari.
·         Sejarah nasional adalah pengetahuan mengenai proses perkembangan masyarakat Indonesia dari masa lampau hingga masa kini.
·         -IPS adalah fusi dari disiplin-disiplin ilmu social. Pengertian fusi disini adalah bahwa IPs merupakan bidang studi utuh yang tidak terpisah-pisah dalam kotak-kotak disiplin ilmu yang ada. Artinya bahwa bidang studi IPS tidak lagi mengenal adanya pelajaran geografi, ekonomi, sejarah secra terpisah, melainkan semua disiplin tersebut diajarkan secara terpadu.
·         -Kurikulum KTSP 2006 untuk tingkat SD menyatakan bahwa mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.       Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
2.       Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social.
3.       Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai social dan kemanusiaan
4.       Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk , di tingkat local, nasional dan global.
·        - Ruang lingkup kajian IPS meliputi :
1.       Substansi materi ilmu-ilmu social yang bersentuhan dengan msyarakat.
2.       Gejala, masalah, dan peristiwa social tentang kehidupan masyarakat.

FAKTA, KONSEP DAN GENERALISASI ILMU-ILMU SOSIAL
·         -Fakta adalah kenyataan yang ada di sekitar kita yang tidak terbatas jumlahnya. Fakta merujuk pada suasana yang khusus dan keberlakuan yang terbatas (kurang berlaku umum). Fakta merupakan tingkatan yang paling rendah dari suatu abstraksi. Cirinya : bersifat khas, bersifat konkret, dan tidak berulang-ulang
·         -Konsep secara sederhana adalah penamaan (pemberian lebel) untuk sesuatu yang membantu seseorang mengenal, mengerti dan memahami sesuatu tersebut. Konsep adalah kesepakatan bersama untuk penamaan sesuatu dan merupakan alat intelektual yang membantu kegiatan berpikir dan memecahkan masalah. Jenisnya: Konsep konjungtif (apabla nilai-nilai yg sesuai dan atribut2nya terdpt dlm skelompok benda secara bersama2), konsep disjungtif (lebih sukar karena hrus menarik kesimpulan atau mencari abstraksi persamaan antra benda2 yg tdk sama), dan konsep relasional (gabungan sekelompok benda yg atribut2nya mempunyai hubungan yang kita cipatakan). Pembinaan konsep berarti mengajarkan aspek konotatif dari suatu konsep sampai membentuk suatu abstraksi pada diri siswa, merupakan proses yang memakan waktu.
·         -Generalisasi adalah hbungan atau beberapa konsep atau adalah rangkaian atau hubungan. Menurut Nursid Sumaatmadja, generalisasi adalah hubungan dua konsep atau lebih dalam bentuk kalimat lengkap yang merupakan pernyataan diklaratif dan dapat dijadikan suatu prinsip atau ketentuan dalam IPS.
·         -Nilai adalah keyakinan, kepercayaan, norma atau kepatuhan-kepatuhan yang dianut oleh seseorang ataupun kelompok masyarakat tentang sesuatu.
·         -Menurut BImo waigito, sikap adalah keadaan yang ada pada diri manusia yang menggerakkan untuk bertindak dan menyertai manusia dengan perasaan-perasaan tertentu dalam menanggapi objek dan semua itu terbentuk atas pengalaman. Sikap adalah kondisi mental/psikis yng punya kecenderungan untuk berbuat atau bertindak.
·         -Keterampilan intelektual adalah mempelajari sesuatu yang telah memiliki ciri-ciri tertentu. Tujuannya untuk melatih siswa berfikir logis dan sistematis dalam memecahkan persoalan nyata dalam kehidupan masyarakat.
·         Kepribadian adalah organisasi dinamik dari proses2 kejiwaan yang diwariskan biologik dengan kondisi kehidupannya.
·         -Masyarakat merupakan kelompok manusia yang tinggal pada wilayah tertentu yang diikat oleh norma atau system nilai yang dimilikinya selalu mengalami perubahan.
·         -Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain yang meliputi 3 aspek, yaitu komponen fisik, komponen hayati, dan kemampuan manusia dan perilakunya.
·          
MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN IPS
·         -Media adalah alat atau sarana yang digunakan sebagai perantara (medium), untuk menyampaikan pesan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran merupakan proses komunikasi yang di dalamnya ada unsur2 yaitu sumber pesan (guru), penerima pesan (siswa), dan pesan yaitu materi pelajaran yang diambil.
·         -Fungsi media :
1.       Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu
2.       Memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu
3.       Menambah gairah dan motivasi belajar siswa
4.       Media pembelajaran memiliki nilai praktis
·         -Sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar.
·         Macam2 sumber belajar, yaitu: pesan, orang, dan bahan

MAKALAH PROGRAM PEMBELAJARAN
·         -Program semester adalah rancangan kegiatan belajar mengajar secara garis besar yang dibuat dalam jangka waktu satu semester dengan memperhatikan program tahunan dan alokasi waktu tiap minggu.
·         -Tujuan dan manfaat pembuatan program semester yaitu:
1.       Memberikan gambaran mengenai acuan kerja dalam jangka waktu satu semester dengan memperhatikan program tahunan dan alokasi waktu tiap minggu.
2.       Untuk memudahkan guru dalam merancang rpp terutama dalam menentukan alokasi waktu
3.       Agar memudahkan guru dalam menganalisis berapa minggu yang tersedia untuk pelaksanaan proses pembelajaran
4.       Memudahkan dalam menentukan pada bulan dan minggu keberapa proses pembelajaran KD itu akan dilaksanakan.
5.       Memudahkan guru dalam mengidentifikasi keluasann dan kedalaman kompetensi dasar dan indicator.
6.       Memudahkan guru dalam melakukan pemetaan kempetensi dasar untuk tiap semester
·         -Komponen program semester, yaitu:
a)      Dirancang pada semester berapa
b)      SK/KD
c)       Menentukan pada bulan dan minggu keberapa proses pembelajaran KD itu akan dilaksanakan
d)      Perhitungan alokas waktu.
·         -RPP merupakan perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus.
·         -Tujuan dan Manfaat RPP:
a)      Utk mebrikan lndasan pokok bagi guru & siswa dlm mencapai kompetensi dasar & indicator
b)      Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek
c)       Member pengaruh terhadap pengembangan individu siswa
d)      Kegiatan akan lbih mudahh dilaksanakan, terarah dan terkendali.
e)      Terhindar dari kesalahan dalm pelksanaan langkah-langkah pmblejaran/model pembelajaran.
f)       Agar pembelajaran yg terjadi di dalam kelas mencapai hasil yg maksimal.

EVALUASI PEMBELAJARAN IPS
·         -Evaluasi dengan teknik tes bertujuan untuk mengetahui:
a.       Tingkat kemampuan awal siswa
b.      Hasil belajar siswa
c.       Perkembangan prestasi siswa
d.      Keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
·         -Tujuan tes lisan, yaitu untuk menilai:
1.       Kemampuan memecahkan maslah
2.       Proses berpikir terurama melihat hubungan  sebab akibat
3.       Kemampuan menggunakan bahasa lisan
4.       Kemampuan mempertanggungjawabkan pendapat atau konsep yang dikemukakan.
·         -Teknik non tes cara penilaiannya dilakukan melalui:
a.       Pengamatan atau observasi
b.      Wawancara
c.       Angket (wawancara yang dilakukan secara tertulis)
d.      Skala (alat utk mengukut nilai, sikap, minat, perhatian dll yg disusun dlm bentuk pernyataan untuk dinilai oleh responden dan hasilnya dalam bentuk rentang nilai sesuai dgn criteria yg ditentukan)

Senin, 18 Juni 2012

LAYANAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR


LAYANAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR


A.      Melakukan Identifikasi Adanya Anak Berkebutuhan Khusus
Umumnya guru memiliki catatan atau rekaman tentang perkembangan masing-masing siswa, bagaimana kondisinya dan kebutuhan pendidikan apa yang diperlukan, terlebih untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Untuk mengenali anak-anak berkebutuhan khusus dapat dimulai dengan melakukan identifikasi. Identifikasi dalam pengertian ini, dimaksudkan adalah usaha untuk mengenali atau menemukan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan ciri-ciri yang ada. Dalam kamus kontemporer dijelaskan bahwa yang dimaksud identifikasi adalah pengenalan, penyamaan, dan tanda bukti pengenal, menemukenali anak-anak berkebutuhan khusus sudah barang tentu membutuhkan perhatian serius. Ada anak-anak dengan mudah dapat dikenali sebagai anak berkebutuhan khusus, tetapi ada juga yang membutuhkan pendekatan dan peralatan khusus untuk menentukan, bahwa anak tersebut tergolong anak berkebutuhan khusus. Anak-anak yang mengalami kelainan fisik misalnya, dapat dikenali dengan keberadaannya, sebaliknya untuk anak-anak yang mengalami kelainan dalam segi intelektual maupun emosional memerlukan instrument dan alasan yang rasional untuk dapat menentukan keberadaanya.

Teknik Identifikasi
            Pada hakekatnya ada banyak metode atau teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Beberapa teknik khusus akan sangat diperlukan untuk menemukenali anak-anak yang berkebutuhan khusus. Hal ini diperlukan, mengingat adanya karakteristik atau ciri-ciri khusus yang ada pada mereka, yang tidak dapat diidentifikasi secara umum. Akan diuraikan beberapa teknik identifikasi secara umum, yang memungkinkan bagi guru-guru untuk melakukannya sendiri di sekolah, yaitu: observasi, wawancara, tes psikologi, dan tes buatan sendiri. Secara lebih jelas keempat teknik tersebut, dapat diuraikan sebagai berikut:
a.       Observasi
Observasi merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk melakukan identifikasi anak-anak berkebutuhan khusus, yaitu dengan cara mengamati kondisi atau keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di kelas atau di sekolah secara sistematis. Observasi dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung. Secara langsung, dalam arti melakukan observasi secara langsung terhadap obyek atau siswa dalam lingkungan yang wajar, apa adanya dalam aktivitas kesehariannya. Sedang observasi tidak langsung, dilakukan dengan menciptakan kondisi yang diinginkan untuk diobservasi, misalnya anak diminta untuk melakukan sesuatu, berbicara, menulis, membaca atau yang lainnya untuk selanjutnya diamati dan dicatat hasilnya.
            Untuk mempermudah pelaksanaan observasi guru dapat mempersiapkan lembar observasi sederhana yang dapat dirancang dan dikembangkan berdasarkan karakteristik yang dimiliki anak-anak berkebutuhan khusus.
            Contoh:
            Nama siswa     :..........
            Kelas               :..........
           
Aspek
Indikator
Gejala

Catatan


Nampak
Tidak nampak

penglihatan
1.      Sering mendekatkan mata saat membaca atau menulis
2.      Selalu mencari sumber suara
3.      Membutuhkan pertolongan saat mengambil sesuatu



pendengaran
1.        Kesulitan mendengarkan penjelasan guru
2.        Selalu mendekatkan telinga saat berkomunikasi
3.        Sering menggunakan isyarat saat berkomunikasi



Fisik
1.        Mengalami kesulitan dalam berjalan atau bergerak
2.        Motorik halusnya kurang saat menulis atau menggambar
3.        Kelainan dari sebagian anggota tubuh



Perhatian
1.        Tidak dapat memudahkan perhatian
2.        Perhatiannya berubah-ubah
3.        Menyibukkan diri sendiri saat pelajaran



Intelektual
1.        Tidak dapat menjawab setiap pertanyaan yang diberikan
2.        Jarang mengajukan pertanyaan
3.        Pekerjaan akademiknya tidak teratur



Perilaku
1.        Sering mengganggu teman
2.        Hiperktif
3.        Sering membolos



             
b.      Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus, dalam upaya melakukan identifikasi. Apabila data atau informasi yang diperoleh melalui observasi kurang memadai, maka guru dapat melakukan wawancara terhadap siswa, orang tua, keluarga, teman sepermainan, atau pihak-pihak yang dimungkinkan untuk dapat memberikan informasi tambahan mengenai keberadaan anak tersebut, guru dapat menggunakan materi instrumen observasi sebagai panduan dalam melakukan wawancara. Hal ini akan mempermudah bagi guru dalam memfokuskan informasi yang ingin diperoleh.
c.       Tes
Teknik lain yang dapat dilakukan dalam mengidentifikasi anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar adalah melalui tes yang dibuat sendiri oleh guru. Tes merupakan suatu cara untuk melakukan penilaian yang berupa suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh anak, yang akan menghasilkan suatu nilai tentang kemampuan atau perilaku anak yang bersangkutan. Bentuk tes berupa suatu tugas yang berisi pertanyaan-pertanyaan atau perintah-perintah yang harus dikerjakan anak, untuk selanjutnya dinilai hasilnya.
            Untuk identifikasi anak berkebutuhan khusus tes dapat dilakukan dalam bentuk perbuatan ataupun tulisan. Dalam bentuk perbuatan, misalnya guru dapat meminta siswa yang diduga mengalami kelainan tertentu untuk melakukan sesuatu yang terkait dengan kemungkinan terjadinya kelainan. Misalnya, untuk anak yang diduga mengalami kelainan pendengaran diminta untuk menyimak beberapa jenis suara, kemudian ditanyakan suara apa itu, dari mana datangnya suara, dan sebagainya. Sedang tes tertulis dapat diberikan kepada siswa-siswa yang diduga mengalami kelainan untuk menilai kemampuannya. Dalam hal ini soal atau pertanyaan-pertanyaan  dapat dibuat secara sederhana, sesuai kondisi dan perkembangan anak. Apabila anak mampu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan usianya, maka materi tugas yang diberikan ditingkatkan sesuai dengan usia di atasnya, sebaliknya bila anak tidak mampu mengerjakan, maka materi tugas di turunkan di bawah usia anak yang bersangkutan.
d.      Tes psikolog
Salah satu teknik lain yang sangat populer dan sering digunakan dalam upaya identifikasi anak berkebutuhan khusus adalah dengan tes psikolog. Jenis tes ini memiliki kelebihan dibanding dengan tes yang lainnya, karena memiliki akurasi yang lebih baik di banding tes buatan guru. Selain waktu pelaksanaanya yang lebih singkat, melalui tes psikolog juga dapat diprediksikan apa-apa yang akan terjadi dalam belajar anak di tahapan berikutnya. Untuk melihat tingkat kecerdasan seorang anak, tes psikologi merupakan salah satu instrumen yang lebih obyektif dan validitasnya telah teruji.
Sebenarnya tes psikolog tidak hanya terbatas pada tes kecerdasan saja, namun ada juga jenis tes psikologi yang digunakan untuk melihat aspek kepribadian atau perilaku seseorang.

B.       Melakukan Asesmen Kebutuhan Pendidikan yang diperlukan
Pengertian asesmen dalam kerangka pendidikan anak berkebutuhan khusus, dimaksudkan sebagai usaha untuk memperoleh informasi yang relevan guna membantu seseorang dalam membuat suatu keputusan. Dalam istilah bahasa inggris assesment berarti penilaian terhadap suatu keadaan, penilaian dalam konteks ini adalah evaluasi terhadap kondisi atau keadaan anak-anak berkebutuhan khusus, jadi bukan merupakan penilaian terhadap hasil suatu aktivitas atau kegiatan pembelajaran di sekolah. Walace. G & Larsen (1978:7) menegaskan, bahwa asesmen merupakan proses pengumpulan informasi pembelajaran yang relevan. Asesmen merupakan aktivitas yang sangat penting dalam proses pembelajaran di sekolah, untuk itu pelaksanaannya harus benar-benar dilakukan secara obyektif dan komprehensif terhadap kondisi dan kebutuhan anak.
Tujuan Asesmen
            Moh Amin (1995:125) menjelaskan adanya 5 tujuan dilaksanakannya asesmen bagi anak berkebutuhan khusus, yaitu :
1.      Menyaring kemampuan anak, yaitu untuk mengetahui kemampuan anak pada setiap aspek, misalnya bagaimana kemampuan bahasa, kognitif, kemampuan gerak, atau penyesuaian diri.
2.      Pengklasifikasian, penempatan, dan penentuan program.
3.      Penentuan arah dan tujuan pendidikan, ini terkait dengan perbedaan klasifikasi berat ringannya kelainan yang disandang seorang anak, yang berdampak pada perbedaan tujuan pendidikannya.
4.      Pengembangan program pendidikan individual yang sering dikenal sebagai individualized educational program, yaitu suatu program yang dirancang khusus secara individu untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
5.      Penentuan strategi, lingkungan belajar, dan evaluasi pembelajaran

Langkah Umum Pelaksanaan Asesmen Pendidikan
Merumuskan prosedur asesmen
Menentukan tujuan asesmen
Penggunaan daftar tahapan lingkup materi
 










Melakukan tes informal
Melakukan tes formal
                                                                                


Menentukan tujuan asesmen
 


                                                                         
Penentuan strategi pembelajaran
                                                                         
Penerapan pembelajaran
 





C.      Memberikan Tindak Lanjut berupa Layanan Pendidikan yang dibutuhkan
Identifikasi Kebutuhan Pendidikan
            Langkah awal dalam pemberian layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar adalah melakukan identifikasi dan asesmen terhadap kebutuhan pendidikan dari siswa yang bersangkutan. Temukan terlebuh dahulu anak-anak yang diduga mengalami kelainan atau berkebutuhan khusus, dengan beberapa teknik identifikasi dan asesmen yang telah dipelajarai sebelumnya. Melalui asesmen permasalahan-permasalahan pendidikan khusus yang dialami anak akan diketahui, dalam bidang apa, dan rentang persoalan yang dihadapinya.
Anak-anak yang mengalami kesulitan dalam aspek berbahasa, tentu akan berbeda program dan strategi pelayanan dengan anak-anak memiliki permasalahan pada aspek matematika. Persoalan pendidikan yang dihadapi anak berkebutuhan banyak sekali ragamnya, yang secara umum berkenaan dengan membaca, menulis dan berhitung.
Pengembangan Program
            Salah satu program pembelajaran yang dirancang untuk anak-anak berkebutuhan khusus adalah program pembelajaran individual, yaitu program yang disusun sesuai dengan kebutuhan individu anak-anak berkebutuhan pendidikan khusus, baik untuk pendidikan jangka pendek atau jangka panjang. Istilah program pembelajaran individual (PPI), merupakan terjemahan dari bahasa inggris, The Individualized Program (IEP), yang menurut Hallahan (1991:25) dalam persiapannya harus merumuskan tingkat kemampuan siswa saat ini, yang memiliki tujuan jangka pendek atau jangka panjang.
            Mengenai program dan pelaksanaannya, amat penting adanya persetujuan dan kesepakatan dengan orangtua, yang menurut Hallahan (1991:30) menyangkut ketentuan-ketentuan:
1.      Tingkat kemampuan akademik siswa pada saat ini
2.      Tujuan tahunan untuk setiap siswa
3.      Hubungan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang
4.      Hubungan antara pendidikan khusus dan pelayanan yang diberikan, serta memberikan kesempatan kepada setiap anak yang berhasil untuk turut serta dalam program pendidikan umum
5.      Rencana untuk memulai layanan dan mengantisipasi lamanya pelayanan
6.      Prosedur evaluasi untuk menentukan keberhasilan atau kegagalan program
Proses pengembangan PPI dapat dilakukan dengan mengikuti beberapa panduan prosedur teknis, yaitu:
1.        Mendeskripsikan kompetensi siswa secara rinci pada saat sekarang dalam berbagai bidang pelajaran.
2.        Merumuskan tujuan, baik jangka panjang (tahunan) ataupun tujuan jangka pendek, secara khusus dalam kegiatan pembelajaran.
3.        Menentukan teknik dan alat evaluasi untuk mengetahui kemajuan yang telah dicapai.
4.        Mengembangkan ranah kurikulum yang akan dibuat atau diprogramkan.
5.        Menetapkan strategi pembelajaran, sesuai dengan penekanan pada ranah kurikulum.
Berikut ini adalah contoh format untuk program pembelajaran individual bagi anak berkebutuhan khusus.
PROGRAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL
Hari/Tgl/Bl/Th : ....................................
Nama Siswa                : ....................................
Alamat                         : ....................................
Nama Sekolah             : ....................................
Kelas                           : ....................................
Bid Kesulitan              : ....................................
Guru                            : ....................................

KOMPETENSI SISWA SAAT INI
.........................................................................
.........................................................................
KOMPETENSI DASAR YANG HARUS DIKUASAI
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................
Pelaksanaan
            Setelah program pembelajaran dibuat, selanjutnya adalah implementasinya dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Dalam hal ini, guru harus mempertimbangkan berbagai aspek dalam pelaksanaannya, yang memungkinkan program dapat berjalan secara efektif. Selain itu, perlu pula dipersiapkan beberapa hal penting yang terkait dengan program, diantaranya:
1.      Mencermati tujuan dan sasaran program yang akan dicapai, baik secara umum ataupun khusus berkenaan dengan pembelajaran baik anak berkebutuhan khusus di sekolah.
2.      Materi dan lembar kegiatan, yang diperlukan selama pelaksanaan program berlangsung di sekolah. Materi pembelajaran merupakan kegiatan penting yang harus dipersiapkan, dengan memperhatikan kompetensi yang akan di capai, serta struktur dan ranah kurikulum yang dikembangkan.
3.      Fasilitas dan sumber belajar, yaitu berupa media atau ruang sumber untuk kegiatan pembelajarn.
4.      Kalender pembelajaran
5.      Melakukan rapat koordinasi tim terlebih dahulu dilakukan yang melibatkan berbagai unsur sekolah, komite, dan orangtua siswa yang bersangkutan.

Dengan mempersiapkan pelaksanaan program dengan sebaik-baiknya, maka kompetensi yang diharapkan untuk mengatasi kesulitan akan lebih mudah dicapai.
Evaluasi
            Evaluasi diberikan pada setiap akhir kegiatan pembelajaran atau dalam periode waktu tertentu dalam bentuk tes informal maupun tes formal. Untuk anak-anak berkebutuhan khusus, sesungguhnya evalusi dapat dilakukan dengan portofolio.
Latihan 
            Untuk mendalami materi kajian sebagaimana yang telah disampaikan, maka perlu mengerjakan latihan-latihan.









TUGAS

Layana Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Dosen Pembimbing:






Di Susun Oleh:

Nurida                    : A1E 308 029
Imeldawati             : A1E 308 042
Abdul Hamid         : A1E 308 252
Rully Aprilya S      : A1E 308 282





KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM S1 PGSD
BANJARMASIN
2012
Daftar Pustaka

Suparno. 2008. Anak Berkebutuhan Khusus. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasioanal.